Membuat SIM C
Minggu, April 12, 2009 18:38Sebenernya udah beberapa hari yang lalu aku membuat SIM C. dan baru sekarang berkesempatan untuk menulis.
Bagi Anda warga Musi rawas atau bagi anda yang mempunyai KTP Musi rawas, jika anda ingin tenang dalam barkendara di wilayah musirawas, ketika berkendara haruslah membawa kelengkapan surat surat berkendara, terutama kendaraan bermotor roda dua. Seperti STNK dan SIM.
Jika Kendaraan Anda adalah barang yang legal tentunya STNK selalu ada. tapi kebanyakan orang hanya mempunyai STNK saja, sedangkan SIM beberapa pengendara belum mempunyainya. Entah karena alasan apa beberapa pengendara belum memiliki SIM tersebut. Padahal Untuk Wilayah Musi rawas untuk membuat SIM adalah sangat mudah sekali. karena dari itu dalam posting ini akan aku ceritakan bagaimana proses membuat SIM di daerah ku ini. begini ceritanya :
Pada hari itu sekitar jam 10.30 aku berangkat dari rumah mengenarai sepeda motor dengan membonceng adikku yang sudah mempunyai SIM. memang beberapa hari yang lalu bahkan sebelum aku mudik sudah berniat kepulangan ini aku akan membuat SIM. sebenarnya aku sebelumnya sudah pernah membuat SIM tapi sudah expired setahun yang lalu. loh kenapa gak di perpanjang saja kok harus membuat lagi? karena aku ga tau bisa ato enggak SIM yang sudah expired satu tahun bisa diperpanjang ato tidak.(belakangan di kasih tahu katanya bisa. bener gak sih?) jadi untuk amannya aku membuat SIM baru saja deh.
Perjalanan dari rumah memakan waktu sekitar 30 menit dengan mengendarai sepeda motor. aku membonceng Adikku yang sudah mempunyai SIM terlebih dahulu. tempat yang aku tuju adalah POLRES Musirawas yang sekarang menempati tempat barunya yaitu di daerah Muara beliti, daerah ini dulunya kalo aku gak salah adalah daerah perkebunan karet, yang sekarang telah di sulap menjadi komplek perkantoran Pemda Musirawas.
Sampai di POLRES ketika aku memasuki pintu gerbang aku disapa oleh petugas yang jaga disana. Beliau bertanya keperluan aku kesana mau apa, aku jawab saja mau membuat SIM. setelah tahu dengan tujuanku kemudian aku ditunjukan loket pendaftaran pembuatan SIM oleh petugas tersebut. walaupun tidak sampai diantar bagiku sudah cukup jelas tempatnya. Hmmm… petugas yang ramah bathin ku. aku pun segera kesana setelah mengucapkan terimakasih kepada beliau.
Di loket pendaftaran aku dilayani oleh petugas seorang mbak yang cukup manis bagiku. mbak ini semakin manis dengan pakaian Seragam polisinya. Oleh mbak tersebut aku dimintai KTP, segera kuambil KTP ku dari alam dompet dan kuserahkan dan di lihat oleh mbaknya, deg degan juga KTP ku dilihat oleh mbak tersebut, siapa tau dia naksir padaku, soalnya foto di KTP ku aku terlihat Ganteng (heehe… yang ini aku bohong). Ooohh ternyata KTP tersebut harus di foto kopi dahulu, oleh Mbak tersebut aku di tunjukkan tempat fotokopi yang berada tepat di depan POLRES ini. segera aku kesana untuk fotokopi. sempat ditanyain pas keluar untuk fotokopi KTP ini dengan Bapak petugas yang jaga di dekat gpintu gerbnang. Bapak itu bertanya “kok ga jadi dik”, aku jawab “Mau fotokopi KTP dulu pak”. bapak itu tersenyum.
Setelah memfotokopi, aku kembali lagi ke loket pendaftaran dan menyerahkan fotokopi KTP ku ke mbak yang tadi. Kemudian oleh mbak itu aku dikasih formulir yang harus aku isi dengan data data diriku. sempet bingung mau di isi apa saja formulir tersebut. karena ada beberapa poin yang aku bingung. rupanya kebingunganku ini di ketahui oleh mbak itu. Mbak itu menunjukan contoh pengisian seperti tertera formulir contoh yang sudah di isi dan di tempel pada dinding diatas meja khusus, rupanya meja dan contoh ini sengaja di buat untuk mempermudahkan pemohon SIM untuk mengisinya. Hmm.. ide yang bagus nih dari POLRES Musi rawas ini. hilang sudah kebingunganku dalam mengisi formulir permohonan SIM ini.
Setelah selesai megisi formulir tadi sesuai dengan data diriku, aku serahkan lagi ke mbak tadi. sempet aku perhatikan wajah mbak itu… Hmm…. manis dan cantik mbak ini, kalo bukan dalam keadaan seperti ini tentunya sudah aku ajak kenalan deh mbak itu.
oh ya mbak itu kemudian menyuruh aku untuk test kesehatan terlebih dahulu, mbak itu menunjukan ruangan untuk test kesehatan. ruangan itu terletak paling sudut di bagian depan POLRES ini. segera aku menuju kesana. ruangan tersebut tutup, tapi aku mendenganr ada orang didalamnya. Aku ketuk pintu nya, dan tidak lama ada yang membukakan pintu dan mempersilakan aku masuk. sepertinya petugas itu sudah tau maksud aku datang ke ruanan ini. aku di persilakan duduk dan petugas itu meminta Foto kopi KTP ku, dan kemudian petugas tersebut menulis sesuatu di kertas, gak tau apa yang di tulisnya, aku gak sempet baca. cuma setelah kertas itu diserahkan padaku aku bertanya apakah keertas itu diserahkan kepada mbak yang di loket tadi? dia menjawab iya. sebelum aku keluar petugas itu berkata “Biayanya Rp. 20000,-..!!”, “ohhh” kataku. segera aku keluarkan selembar uang 20 ribuan dan kuberikan kepada petugas di ruang test kesehatan itu. aku menucapkan terimakasih dan kembali lagi ke loket untuk menyerahkan kertas dari petugas di ruang kesehatan kepada mbak cantik tadi.
Setelah menerima kertas tadi, mbak itu memanggil rekannya, dan aku disuruh untuk ke ruang di sebelah loket tersebut. lalu muncul Mas petugas yang ganteng dan keren, Wuihhh… jadi iri aku ternyata mas petugas ini adalah Polisi yang keren dan tampan banget. gak kalah dengan artis artis yang sering muncul di Televisi. tentunya banyak wanita yang suka kepada nya. yakin deh… sempet lihat sekilas nama yang terlulis di seragamnya. hmmm sepertinya pernah dengar nama ini, setelah aku ingat ingat ternyata nama mas ini seperti nama artis yang lagi naik daun sekarang ini. pantas lah mas ini tampan dan keren seperti artis, lha namanya aja nama arti kok. (sampai disini jangan ada yang berfikir aku homo ya), emang aku cowok apaan
)
dengan membawa seberkas kertas kertas yang aku kira berisi data data diriku tadi, mas tersebut mengajak masuk ke ruang yang didalamnya terdapat banyak kursi seperti kursi di tempat kuliah. Ruangan ini menyerupai ruangan kuliah. banyak map dan buku2 di meja depan. aku di persilakan duduk oleh mas tersebut. aku duduk dan mengucapkan terimakasih.
Setelah duduk mas tersebut bertanya kepada aku, “Mau test atau mau langsung nih.”, dengan agak bingung aku jawab “Test”, kemudian aku di tunjukan Buku tebal yang berisi soal soal test menurut mas tersebut. aku lihat saja buku tersebut sekilas. lalu mas tadi menyodorkan Kertss beberapa lembar disuruhnya aku untuk mengisi nama, tanggal lahir dan alamat . ada sekitar 3 lembar yang aku di suruh mengisinya. setelah selesai mengisi nama , alamat dan tanggal lahir kemudian mas tersebut bertanya kepadaku “Sudah tahu biaya pembuatan SIM nya ?”, aku jawab “Belum”, kemudian di jawab singkat oleh mas ganteng tadi “Rp. 270.000,-”, aku bertanya “apakah dibayar sekarang?”, “iya” jawab mas tersebut. tanpa menunggu lama aku keluarkan dompet dan mengambil uang sebanyak yang diminta oleh mas tersebut. dan aku serahkan kepada mas ganteng tersebut uang nya. mas itu menerimannya dengan mengucapkan terimakasih.
setelah itu mas itu mengajak ke luar ruangan ini dan mengajak masuk kesuatu ruangan lagi, aku sempat berfikir. sepertinya ruangan ini adalah ruang kerjanya. diruangan ini, terapat meja dan sepasang kursi yang berhadap-hadapan. satu untuk mas tersebut. dan satunya lagi untuk para pembuat SIM sepertinya. oh betul saja karena kau di persilakan duduk di kursi terebut. diatas meja terdapat Monitor LCD, Kamera beserta Tripodnya, scanner, Finger print (kalo gak salah)dan mesin untuk mencetak kartu SIM. Mas tersebut mengetik sesuatu di keyboard, ga tau apa yang sedang di ketiknya, setelah selesai aku disuruh tanda tangan di sebuat kertas kecil dan tidak boleh garis tandatangan ku ini melewati kotak yang telah disediakan. kemudian satu persatu jempol kanan dan kiriku disuruh diletakkan di sebuah alat ya finger print tadi untuk di scann, pas alat itu menyecan keluar cahaya merah. canggih banget alat ini pikirku. terakhir aku disuruh diam duduk tegap tak bergerak dan pandangan ke lensa kamera yang unik bentuknya, menyerupai CCTV. “Selesai ” kta mas itu. loh kok pas foto tadi kameranya gak keluar blitznya dalam hatiku. hehhheee… katroknya aku. tiba tiba ada alat seperti mesin printer berbunyi kayaknya sedang memproses seuatu. gak berapa lama mesin itu diam dan mas tersebut menyerahkan sesuatu…wahhhh… ini tho kartu yang tak tunggu tunggu tadi udah jadi. yaaa SIM ku udah jadi. aku terima dan selesai sudah proses membuat SIM ini. Aku segera pamitan dengan mas tadi. dan aku sempatkan untuk menjabat tangannya dengan mengucapkan terimakasih. aku keluar ruangan dan kuhampiri adikku yang sedang menunggu aku dan kuajak dia pulang . Pulang nya gantian yang membawa sepeda motor adalah aku. krena aku gak was was lagi jika ada razia kendaraan. waktu telah menunjukan sekitar pukul 12.00 pada saat ini.
Demikianlah cerita pengalaman ku dalam membuat SIM, gampang dan cepatkan? kalo di hitung mulai dari isi formulir sampai penyerahan SIM, gak sampai satu jam kok. jadi buat teman teman yang belum mempunyai SIM silakan bikin. agar gak was was membawa kendaraan. dan yang terpenting dengan mempunyai SIM Kita tidak melanggar pasal 59 ayat (1) UU No. 14 tahun 1992, yang bunyinya “Mengemudikan kendaraan Bermotor , tidak dapat menunjukan SIM dipidana kurungan 2 bulan tu dengan maksimal Rp 2.000.000,-”, serta pasal 59 ayat (2) UU No. 14 tahun 1992, yang bunyinya “Mengemudikan kendaraan Bermotor , tidak memiliki SIM dipidana kurungan 6 bulan tu dengan maksimal Rp 6.000.000,-”.
Ngeri bukan, mau gak di kurung selama 6 bulan? kalo aku sih gak mau. mending mengeluarkan uang Rp. 270.000 + Rp.20.000 untuk membuat SIM dari pada di kurung selama itu.
lagian petugasnya baik baik banget. gak rugi kok.
Ok mari kita tunjukan kalau kita adalah Orang orang yang taat peraturan dan Undang undang. pesan saya, jangan sekali kali melanggar peraturan Undang undang, dimanapun kita berada.
No related posts.








Andre says:
Juni 9th, 2010 at 11:12
kemarin aku perpanjangan SIM C habis 85 ribu saja, prosesnya juga cepat, kira-kira cuma 15 menit.